RSS

Ada masa-masanya, aku sangat suka menulis puisi…

05 Oct

detak jantung bertambah cepat…
dalam hati seperti terbang peri-peri
perlahan cinta mengisi jiwa
hentikan! jangan ganggu aku lagi!
tanganmu tetap menggenggam
rasa itu tak mau pergi
–101206–0935–

kau bilang ingin tahu,
darimana kudapatkan kata-kata
mengapa puisi-puisiku sedih, putus asa?
menurutmu darimana?
dari dalam jiwa?
apa kamu lupa, bahwa aku ini kaca?
yang terbayang di mukaku, perasaanmu.
yang mengisi relung hatiku, jiwamu.
mengapa puisi-puisiku sedih, putus asa?
kenapa tak tanya saja pada dirimu?
–141206–1020–

buih-buih rasa pedih
bagaimana rasanya
mengambang
terbang
melayang di langit tinggi
tenggelam
berenang
tertekan di laut dalam
buih-buih rasa sedih
bagaimana rasanya
memecah
memercik
membelah
tak henti-henti, sampai akhir nanti?
–141206–0611–

kenapa
puisi-puisi itu
selalu
tentang kita?
aku
mau menulis
tentang
dia!
sstt…
jangan bilang
sama dia
sebetulnya
aku
jatuh cinta
padanya.
–141206–1922–

ketika wanita merasa pedih
dia tak terlihat sedih
ketika dia tertawa
bukan berarti dia bahagia

wanita itu penuh tanda tanya
dalam diamnya ada sejuta makna

kau ingin tahu
apa dia tak letih?

JANGAN BODOH
dia sudah terlanjur biasa
menahan
rasa perih
–141206–1841–

mereka bilang
aku tak punya hati. Mereka
tak tahu… justru karena hati itu
ada, kulepaskan dirimu. Mungkin
sekarang sakit, sayang, tapi nanti
kau kan temukan kebahagiaan
yang tidak semu, dan saat
itu aku akan tersenyum,
sayang, untuk dirimu.
Bahkan jika hatiku
(yang katanya
tidak ada
itu) ter-
asa pi-
lu.

Karena mungkin saja saat itu hatiku rindu kamu,
karena cinta itu permainan, sayang, yang SELALU menipu.
–141206–2059–

Pandang wajahku baik-baik.
ingat setiap ucapan lidahku,
setiap getar mulutku,
setiap lekuk tubuhku,
setiap sudut adaku.
Ukir semua indahku,
patri dalam hatimu,
supaya masih bisa kaunikmati,
suatu saat nanti,
mungkin besok pagi,
mungkin setahun lagi…
Ingat rasa manis bibirku…
ini pertama dan
terakhir kalinya
aku menciummu.
–181206–2334–

Aku bertanya:
perasaan yang aneh ini apa?!
mereka semua serempak menjawab:
itu cinta!
(apa iya?!)
Aku jauh lebih suka
menyebutnya…
perasaanku padanya.
ya… hanya dia!
–191008–1343–

BODOH!!
Cinta itu bodoh.
Sudah berapa kali kukatakan, cinta itu sesuatu yang bodoh…
TAPI mereka tak pernah percaya!
LALU mereka tertawa… DAN runtuh!
Ya, jatuh cinta membuat orang menjadi bodoh.
BUKANKAH BEGITU, cintaku?
–020302–

Aku menangis, sayang
teringat parasmu
yang sekarang tinggal bayangan
abu-abu kelabu
Aku menangis, sayang
teringat suaramu
yang sekarang tinggal gumaman
berdengung di telingaku
Aku menangis, sayang
teringat dirimu
yang sekarang tinggal kenangan
terbayang samar-samar
Aku menangis, sayang
di depan kekasihku
yang tak boleh tahu
aku masih mencintaimu…
–131206–1043–

Aku menghitung jutaan kosakata
yang pernah kupakai
menulis puisi penuh makna…
namun kenapa saat ini…
yang kuingat hanya tiga saja?!

aku

j
a
t
u
h

cinta!
–161008–0833–

pagi tadi
ketika kuambil selembar kertas putih
dan sebentuk pena
aku terkejut menyadari
diriku sudah tidak bisa lagi
menulis puisi
aku masih memahami kata-kata
masih mengetahui makna-makna
masih bisa menemukan irama…
tapi sudah tak ada lagi jeritan jiwa
yang biasa membuatku menyusun
melodi melankoli,
keputusasaan yang membuatku
penuh emosi,
kekosongan yang memaksaku
mengekspresikan diri!
Apa yang terjadi?!
Baru kemudian kusadari lagi
keberadaanmu di sampingku
kukecup bibirmu lagi dan lagi
aku sudah menggapai semua mimpi
aku sudah tak perlu lagi
menulis puisi…
–291008–1958–

 
Leave a comment

Posted by on October 5, 2009 in Yang Telah Lalu

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: