RSS

Review: Roppan, Pejaten Village

19 May

Pulang dari kampus sehabis ujian Hukum Gereja, perut saya mengeluh kelaparan. Sialnya, saya lagi ngga bawa duit tunai sepeserpun (jadi ngga bisa makan di kantin/beli di jalan), dan sampai rumah ternyata ngga ada makanan juga. HADOH. Setelah (sedikit) merengek minta ditemani (habis makan sendirian ke mal kan ngga enak), akhirnya saya pun meluncur ke Pejaten Village, dan sampai di sana memutuskan untuk makan di Roppan.

Roppan Logo

Restoran yang satu ini sudah lama ingin saya kunjungi tapi ngga jadi-jadi. Terakhir sempat mau makan di sana tapi karena servicenya mengesalkan, akhirnya saya keluar lagi. Hari ini kebetulan sepi, jadi lumayan lah ya, meskipun saya tetap merasa servicenya kurang oke.

Setelah kebingungan beberapa saat, saya akhirnya memutuskan memesan dua macam toast dari sederet toast yang dipajang di counter depan. Alasannya, kalau dipajang, pasti itu menu andalannya kan? Selain deretan toast aneka rasa tersebut, menu di Roppan cukup banyak pilihannya, semuanya berbau-bau Jepang seperti udon, sushi, dll. Selain itu ada juga menu honey toast yang pakai es krim. Untuk minumnya, pilihan saya jatuh pada teh tarik. Selain karena emang suka, teh tarik seharga 18 ribu rupiah tersebut juga pilihan minuman paling murah di Roppan. FYI, harganya lebih mahal dari satu potong roti panggangnya. Total pengeluaran? 48 ribu rupiah.

Saya duduk menunggu pesanan, dan tidak berapa lama kemudian salah seorang pelayan membawakan pisau dan garpu yang disiapkan di atas tissue. Di tissue ini ada keterangan mengenai Roppan. Rupanya nama Roppan berasal dari daerah Roppongi di Tokyo yang katanya daerah paling hip dan happening. Sumpah, sebelumnya saya pikir Roppan itu singkatan dari Roti Panggang😛

Sambil menunggu, saya memperhatikan counter bar dan ternyata pelayan di sana sedang mempersiapkan teh tarik saya. Ahayy, teh tariknya betul-betul ditarik alias dipersiapkan dengan cara tradisional menggunakan dua kaleng a la pedagang-pedagang pinggir jalan Malaysia/Singapore itu. Seru. Rasanya pun enak.

Teh Tarik

Berikutnya, roti panggang pesanan saya pun datang, dipanaskan dan dihidangkan di kotak kertas. Roti yang saya pesan namanya Tamago-Chi dan Ikebanana. Tamago, bahasa Jepangnya telur, adalah roti panggang dengan topping telur dadar + jamur + saus BBQ, sedangkan Ikebanana toppingnya coklat + keju + pisang manis.

Tamago-Chi

Ikebanana

Rasanya? Lumayan. Untuk Tamago-Chi, segalanya pas. Telur dadarnya lembut, saus BBQnya mantap tapi rasa rempah-rempahnya agak terlalu kuat. Ikebanana, sebetulnya ngga jauh beda dengan roti panggang keju-coklat di pinggir jalan sih. Apalagi pisangnya agak-agak sepet. Tapi secara keseluruhan, saya cukup puas, dan yang pasti kenyang banget. Dan satu lagi, secara estetis memang makanan yang satu ini sangat menyenangkan.

Would I recommend it? Ya, kalau Anda suka melihat makanan yang “lucu-lucu”.

Would I go there again? Mungkin tidak dalam waktu dekat ini, tapi kalau suatu hari nanti saya lagi bete dan tidak tahu mau makan apa, Roppan akan jadi pilihan saya.

 
Leave a comment

Posted by on May 19, 2011 in Tentang Makanan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: